Memulai Investasi Reksadana: Jenis, Manfaat dan Cara Investasi Reksadana

  • 4 min read
  • Oct 06, 2021
Investasi Reksadana

Menabung dan berinvestasi dapat membantumu memenuhi masa depan finansial yang lebih baik. Menabung adalah proses menyimpan uang untuk kebutuhan atau tujuan jangka pendek yang dapat diambil kapan saja. Sedangkan investasi adalah proses mengembangkan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Jenis investasi pun beragam ada yang memiliki jangka waktu pendek, menengah dan panjang dan tingkat resiko dalam berinvestasi sangat beragam. Salah satu instrumen investasi yang mudah dilakukan banyak orang karena modal awal yang minim adalah reksadana. Pada investasi reksadana, dana investasi yang terkumpul dari para investor nantinya akan dikelola oleh Manajer Investor yang sudah berpengalaman dan profesional, mereka pun mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Resiko kerugian maupun keuntungan yang didapatkan akan dibagi secara rata kepada seluruh investor. Besar kecilnya keuntungan maupun resiko, tergantung dari jenis reksadana yang kamu pilih.

Ada beberapa jenis investasi reksadana yang perlu kamu ketahui, yaitu

  • Reksadana Pasar Uang

Investasi yang berfokus pada surat utang jangka pendek dan deposito dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Contoh instrumen investasi ini adalah giro, deposito, dan obligasi ritel, sukuk ritel yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Keuntungan dari reksadana pasar uang adalah tingkat resiko yang kecil, potensi imbal hasilnya lebih tinggi dari deposito, modal investasi tergolong kecil dan mudah dicairkan. Sementara kekurangannya adalah keuntungan yang kamu dapat tidak pasti dan kecil.

  • Reksadana Pendapatan Tetap (Fix Income Fund)

Investasi yang sebagian besar alokasinya berfokus pada instrumen surat utang yang jatuh tempo diatas satu tahun. Jenis ini disebut juga reksadana obligasi atau pendapatan tetap, dikatakan demikian karena surat utang secara konsisten mendapat pembayaran bunga (kupon) dari penerbitnya. Bunga dari surat tersebut tidak diteruskan kepada investor tetapi diinvestasikan ulang. Hasil investasi ulang ini nantinya akan menambah nilai reksadana nasabah, sehingga harganya akan meningkat. Di satu sisi, ketika suku bunga dan inflasi turun, maka harga obligasi dan pasar uang akan naik. Begitu pun sebaliknya, ketika suku bunga dan inflasi naik, maka harga obligasi dan pasar uang akan turun. Kekurangan lainnya adalah potensi wanprestasi atau gagal bayar dari penerbit surat utang atau obligasi. Saat wanprestasi terjadi, jumlah pokok investasi berkurang sejalan waktu yang mempengaruhi keuntungan nasabah.

  • Reksadana Campuran (Balanced Fund)

Reksadana campuran menempatkan dana investasi nasabah pada beberapa jenis instrumen yang pembeliannya harus mencakup instrumen investasi saham, surat utang (obligasi) dan pasar uang. Pembagian alokasi jenis instrumen reksadana campuran ditentukan oleh Manajer Investasi. Reksadana jenis ini memiliki tingkat resiko moderat ke tinggi. Keuntungan reksadana campuran ada pada tingkat fleksibilitas. Jika saham sedang menurun, investasi bisa lebih difokuskan pada obligasi atau pasar uang. Saat satu porsi instrumen merugi, porsi lain bisa memberikan keuntungan.

  • Reksadana saham (Equity Fund)

Reksadana saham adalah reksadana yang sebagian besar dana investor difokuskan kepada saham. Sedikitnya 80% dana investor akan diinvestasikan ke saham dan sisanya ke instrument lain. Reksadana saham lebih cocok bagi nasabah yang ingin berinvestasi jangka panjang antara lima hingga sepuluh tahun. Tingkat resikonya yang tinggi sebanding dengan tingkat potensi keuntungan jika dibandingkan dengan reksadana lainnya. Keuntungan lainnya adalah investasi nasabah tersebar ke berbagai saham sekaligus atau dikenal dengan diverifikasi. Jadi apabila modal nasabah terbatas, dengan reksadana saham kamu dapat memiliki saham dari berbagai sektor atau industri. Diverifikasi juga merupakan salah satu cara meminimalisir kerugian. Di satu sisi nasabah tidak perlu melakukan analisa mendalam karena Manajer Investasi akan melakukannya. Kekurangan dari reksadana saham adalah harga saham yang fluktuatif hingga kurang cocok untuk investasi jangka pendek.

Setidaknya, ada enam manfaat ketika kamu memutuskan berinvestasi reksadana. Berikut ini adalah enam manfaat reksadana secara umum

  • Manajemen yang Profesional

Dana yang terkumpul di reksadana nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajer Investasi memiliki peranan yang sangat penting untuk mengelola portofolio yang ada dalam reksadana.

  • Diversifikasi Investasi

Dengan adanya diversifikasi investasi, tentunya akan meminimalisir adanya resiko yang terdapat dalam portofolio.

  • Pengelolaan Dana yang Transparan

Informasi dana yang transparan dari reksadana dapat dimanfaatkan untuk mengontrol keuntungan dengan adanya perkembangan biaya dan portofolio secara berkelanjutan. Biasanya, pengelolaan dana akan diterbitkan dengan nilai aktiva bersih setiap pertengahan tahun dan juga tahunan secara teratur. Maka dengan itu, para investor dapat mengontrol perkembangan dana investasinya.

  • Likuiditas yang Tinggi

Likuiditas yang tinggi mampu meningkatkan potensi keberhasilan dalam berinvestasi. Para investor akan melakukan pencairan unit penyertaan sesuai dengan ketetapan yang sudah disusun dalam reksadana demi mempermudah investor dalam mengelola keuangannya.

  • Biaya Rendah

Karena dana yang terdapat reksadana diperoleh dari sekumpulan investor yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang beriringan dengan kemampuannya dalam berinvestasi, maka biaya transaksi yang dikeluarkan oleh setiap investor terbilang rendah.

  • Minim Resiko

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki resiko kerugiannya sendiri, termasuk reksadana. Namun jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, reksadana memiliki resiko minim bahkan hampir tidak ada.

  • Tersedia Lebih dari 50 Produk Reksadana di Satu Aplikasi digibank by dbs

Melalui Aplikasi digibank by DBS kamu akan mendapatkan pilihan produk reksadana lebih dari 50 produk. Prosesnya dijamin sangat fleksibel dan praktis cukup dengan satu kali klik di gawai pribadi kamu.

Dalam memilih investasi reksadana, cara berinvestasi reksadana yang simple adalah melalui digital bankingkarena mudah dan fleksibel. Adapun digital banking yang menyediakan layanan reksadana terbaik hanya dengan menggunakan aplikasi digibank by DBS, yang semakin lengkap pilihan produk investasi layaknya sajian rumah makan padang. Cara berinvestasi reksadana lebih mudah untuk pemilihan kategorinya dan berkinerja terbaik, terpopuler dan scoring terbaik. Kamu dapat memulai investasi dengan modal awal dari Rp 100.000,00. Di Aplikasi digibank by DBS kamu dapat melakukan pembelian secara berkala dan flexible. Beli, jual dan switch dapat digunakan dalam satu aplikasi. Tidak perlu khawatir mengenai keamanannya karena 100% digital dan dilakukan oleh bank teraman di Asia yaitu Bank DBS. Kamu dapat mengunduh Aplikasi digibank by DBS dan follow Instagramnya @digibankid.