Perempuan memiliki fase hidup yang sangat menarik. Menjalani peran ganda sebagai istri dan ibu memiliki kompleksitasnya tersendiri. Setiap perempuan dituntut untuk  selalu terikat dengan urusan rumah tangga yang jumlahnya tak memiliki batas dan juga waktu. Belum lagi bila sang ibu juga seorang pekerja profesional di mana dia harus bisa menyeimbangkan dua kehidupan yang mengharuskan memiliki energi tanpa batas.

Semua tuntutan itu menghasilkan resiko yang sulit diprediksi dalam hidup perempuan. Seringkali mereka harus berhadapan dengan masalah kesehatan atau bahkan yang mengancam jiwa. Kita seringkali meremehkan pekerjaan dalam lingkup rumah tangga. Seakan-akan bila ibu hanya tinggal di rumah, hanya membersihkan rumah, mengganti popok anak ataupun menyusui tidak akan memberikan kerugian apapun. Padahal lapangan yang bernama rumah tangga adalah lapangan pekerjaan yang sama beratnya dengan publik. Belum lagi saat fase melahirkan, merawat anak  menuntut biaya yang tak terprediksi.

Maka itu perempuan sangat perlu jaminan atas resiko yang mereka hadapi. Penggunaan asuransi pada ibu adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Berikut kita akan membahas apa saja asuransi yang sebenarnya ibu butuhkan.

Kesehatan Terkait Kelahiran Butuh Asuransi

Ketika seorang perempuan akan melahirkan, perusahaan yang mempekerjakan dia atau perusahaan suaminya ikut membantu biaya persalinan. Namun kadang biaya itu tidak cukup.maka sebaiknya ibu memiliki asuransi tambahan yang dari institusi asuransi lain yang cocok dengan kondisi dan pendapatan. Beberapa asuransi kesehatan mampu mengcover dari mulai bayi yang masih di dalam kandungan, resiko terjadinya komplikasi saat melahirkan sampai risiko kematian ibu.

Jenis asuransi yang menangani masalah seperti ini juga banyak macamnya. Ada yang menanggung ibunya saja, tapi ada juga yang menanggung biaya sang bayi pasca kelahiran. Namun sebaliknya bahkan ada asuransi yang menanggung biaya bayi dari mulai saat dilahirkan sampai pendidikan anak hingga ia dewasa. Ini semua tergantung bagaimana kita memilih polis.

Asuransi Yang Meng-cover Ibu dan Anak

Harus dipahami bahwa seorang anak tidak akan mendapatkan polis sampai umur tertentu. Beberapa perusahaan asuransi memberikan batasan minimal anak memiliki polis yaitu 6 bulan. Bila ibu menginginkan seorang anak memiliki polis sebelum umur tersebut ada baiknya mencari asuransi yang mengcover ibu dan anak sekaligus.

Asuransi Penyakit Kritis

Seorang ibu juga memiliki resiko pada penyakit-penyakit kronis seperti kanker payudara atau kanker serviks. Agar menciptakan ketenangan pada hati ibu ada baiknya bila ibu memiliki asuransinya sendiri untuk kasu-kasus penyakit kritis.

Ketika memilih asuransi jenis ini ibu harus benar-benar jeli dan bijak ketika memilih. Misalnya ada beberapa asuransi yang mengcover sejak mulai stadium awal tapi juga ada yang baru mulai ketika stadium tinggi. Maka pastikan untuk mempertimbangkan baik-baik pemilihan asuransi tersebut. Ibu juga harus mempertimbangaka berapa penyakit yang cover oleh setiap produk asuransi, karena jumlah penyakit yang dicover akan mempengaruhi premi yang harus anda bayar. Semakin banyak semakin tinggi juga harga preminya.

Seorang Ibu Butuh Asuransi Jiwa

Seperti yang sudah kita bahas di awal bahwa baik ibu rumah tangga ataupun ibu yang bekerja memiliki resiko yang besar. Asumsi tersebut menyatakan bahwa keduanya harus memiliki asuransi yang bagus juga menyeluruh. Agar ada ketenangan bagi ia dan keluarganya.

Mengapa ibu rumah tangga butuh asuransi? Jumlah jam kerja yang tak terbatas dan tidak terbatasnya waktu yang diberikan untuk mengurus anak setiap harinya. Bahkan banyak ibu kerja sampai 24 jam tanpa henti, terutama di awal waktu menjadi ibu saat sang bayi masih sering terbangun malam hari.

Melalui uang pertanggungan yang ia miliki maka bila terjadi keadaan darurat dapat membantu ayah dalam membiayai rumah tangga juga ongkos membesarkan anak. Hingga keluarga bisa hidup dengan tenang dan damai.

Perempuan Harus Sadar Risiko

Budaya kita selalu menempatkan perempuan sebagai kelompok yang bebas resiko. Selalu dianggap lemah dan dilindungi. Itu yang membuat perempuan lengah pada resiko. Seakan-akan apa yang perempuan kerjakan tidak akan beresiko ayah. Ibu, pahamilah bahwa apapun yang kita lakukan akan berdampak pada keuangan keluarga dan rumah tangga maka ada baiknya perempuan harus sedini mungkin mempersiapkan berbagai kemungkinan di depan.

Informasi tentang asuransi kini sangat mudah diakses, jadi tidak ada lagi alasan untuk menunda perencanaan keuangan dan asuransi anda, karena perencanaan yang baik adalah penentu masa depan perempuan yang lebih baik.