Berbicara mengenai kolesterol pasti pikiran sebagian besar orang selalu menuju pada penyakit yang negatif. Padahal sebenarnya itu merupakan senyawa dalam tubuh dengan sifat mirip lemak dan hampir ada pada setiap bagian tubuh, mulai dari otak, saraf, otot, usus, hati dan sampai dengan jantung. Tubuh memerlukan zat tersebut untuk membuat hormon seperti hormon testosteron, kortisol, sampai dengan estrogen. Secara umum tubuh sendiri dapat memproduksi zat tersebut tetapi dalam jumlah kecil, untuk memenuhi kebutuhan didapatkan dari makanan yang dikonsumsi.

Hati menjadi organ tubuh yang akan banyak memproduksi zat kolesterol jika seseorang banyak pula mengkonsumsi makan makanan dengan kandungan lemak jenuh atau lemak trans. Tetapi jika berlebihan tentu saja hal tersebut akan membuat kolesterol dalam darah menjadi lebih tinggi dan berbahaya dalam jangka panjang. Kadar kolesterol yang baik dalam tubuh sendiri adalah kurang dari 200 mg/dl dan termasuk dalam kategori tinggi jika kadar sampai dengan angka 240 mg/dl atau justru lebih. Selain itu, Anda juga perlu mengenali antara LDL dan juga HDL sebagai istilah penting kolesterol tubuh.

Bagi orang awam terkadang tidak sadar apakah kadar kolesterol tinggi atau rendah, tetapi pada dasarnya kedua fakta akan memberikan tanda berbeda. Ya, akan muncul beberapa gejala kolesterol tinggi jika Anda mengalami hal berikut:

  1. Badan yang mulai bengkak dan mati rasa pada beberapa anggota tubuh.
  2. Pusing atau sakit kepala yang berlebihan.
  3. Sembelit padahal makan sudah sesuai aturan.
  4. Terjadi nyeri pada bagian dada yang cukup keras.
  5. Mudah lebih atau lemah dengan kondisi yang cukup kronis.

Setelah mengalami beberapa gejala atau tanda diatas, lebih baiknya segera lakukan pemeriksaan. Minimal Anda melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah memang kadar kolesterol dalam tubuh itu terlalu tinggi. Jika memang benar, saatnya untuk melakukan pengurangan sebelum lebih mengkhawatirkan lagi. Seperti yang diketahui diawal jika kadar tersebut bisa berpengaruh akibat makan makanan. Secara otomatis usaha untuk melakukan penurunan itu bukan dari obat tetapi lebih kepada pola hidup yang sehat seperti:

  • Ubahlah kebiasaan makan.

Memperhatikan makanan menjadi salah satu hal yang bisa Anda usahakan, dengan begitu kadar HDL dan LDL akan lebih terjaga dan terkontrol baik.

  • Turunkan berat badan.

Berat badan berlebih pada seseorang cenderung lebih berpotensi besar memiliki LDL yang lebih tinggi dari pada HDL. Agar terhindar dari kolesterol sangat disarankan sekali untuk menurunkan berat badan.

  • Olahraga teratur.

Untuk menyeimbangkan usaha diatas, direkomendasikan untuk melakukan olahraga secara teratur. Setidaknya Anda melakukan olahraga 30 menit perhari atau 150 menit dalam setiap minggu, rasakan manfaatnya.

  • Hindari stress.

Kadar LDL yang meningkat ternyata bisa dipengaruhi oleh kondisi tubuh atau pikiran yang stress. Sehingga kontrol diri Anda sendiri, misalnya saja dengan mencukupi kebutuhan tidur dan lebih tenang.

  • Hindari rokok.

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat sulit menghindari rokok, padahal itu sangat berbahaya sekali. Berkaitan pula dengan kolesterol yang bisa Anda derita, hentikan sebelum terlambat.

Pada dasarnya semua penyakit itu banyak pemicunya, salah satu yang menjadi pemicu utama adalah pola hidup yang tidak sehat. Makan makanan yang kurang terkontrol menjadi salah satu kesalahan yang cukup besar. Begitu pula untuk kolesterol yang pada kenyataannya memang dipengaruhi cukup besar dari pola makan. Mulai dari sekarang cobalah untuk lebih selektif dalam memilih makanan, segala hal yang baik untuk tubuh memang perlu usaha dan kontrol diri dari sekarang.