Besaran suku bunga deposito terbaru tentu wajib diketahui kamu yang ingin berinvestasi dalam bentuk deposito. Seperti yang Anda ketahui, bahwa bunga deposito di setiap bank itu berbeda-beda. Pastinya di setiap bank menawarkan bunga yang sangat kompetitif demi menarik minat dari banyak nasabah.

Besaran bunga deposito pastinya disesuaikan dengan besaran suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI). Kalau suku bunga dari BI naik, maka besaran suku bunga deposito juga ikut naik. Sebaliknya, bila suku bunga dari BI turun, maka bunga deposito juga ikut turun. Itulah kenapa kenaikan suku bunga acuan dari BI menjadi momentum tepat buat Anda untuk berinvestasi di deposito.

Apa itu deposito? Ini yang perlu kamu tahu

Meski diperuntukkan sebagai produk simpanan, ada perbedaan mendasar antara deposito dan tabungan. Perbedaan yang paling jelas antara keduanya adalah, bunga deposito lebih besar daripada bunga tabungan Anda yang ada di bank.

Kemudian, dari segi waktu penyimpanannya, deposito dan tabungan juga mempunyai perbedaan. Dana deposito bisa ditarik kalau jangka waktu atau tenor penyimpanannya selesai. Sementara tabungan, tidak punya tenor penyimpanan. Dengan kata lain, kamu bisa kapan aja ambil dana tabunganmu.

Jadi, deposito merupakan salah satu produk simpanan bank dengan bunga di atas tabungan dan boleh diambil dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, tentu saja deposito lebih menguntungkan dari sisi bunganya walau ada penarikan dana yang berdasarkan waktu yang sudah ditentukan.

Sementara jangka waktu yang diberlakukan di deposito cukup beragam, mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, 24 bulan, hingga 36 bulan. Selain itu, besaran bunga yang ada di deposito pun berbeda di setiap jangka waktunya yang berlaku. Makanya ketika kamu mau menyimpan uang di deposito, pastikan dahulu bunga dan tenornya sesuai dengan tujuan yang pengin kamu capai dari memiliki deposito.

Cara menghitung bunga deposito

Menghitung bunga deposito dengan rumus bunga deposito yaitu:

Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80% (pajak) : 365 (hari)

Agar lebih jelas, simak perhitungannya berikut ini:

Misalnya sebagai contoh bunga deposito di Bank CBA sebesar enam persen untuk jangka waktu tiga bulan. Sementara dana yang didepositokan sebesar Rp 100 juta. Itu berarti besar bunga depositonya adalah:

(6% x Rp 100.000.000 x 30 hari x 80 persen) : 365 hari

Bunga deposito: Rp 394.520 per bulannya. Dari sini terlihat jelas, bunga hasil deposito yang diperoleh akan semakin besar kalau dana yang didepositokan besar. berikut 3 besar bank yang menawarkan bunga deposito cukup menarik.